Hai, hari
ini aku akan membahas mengenai jenis-jenis buku rekomendasi untuk anak-anak.
Khususnya usia 0-7 tahun.
Istilah buku
adalah jendela dunia adalah benar. Buku merupakan mediator paling mudah didapatkan
yang digunakan untuk mengenalkan dunia kepada anak-anak. Apalagi jika bukunya
dikemas secara menarik, banyak gambarnya dan dengan bahasa yang ringan untuk
orang tua bacakan.
Di luaran
sana sudah banyak buku yang dijual untuk anak-anak dengan berbagai macam
bahasan, kadang sebagai orang tua kita masih sering bingung buku apa yang
sebaiknya kita beli. Nah, untuk memudahkan pencarian, maka sebaiknya kita
klasifikasikan dahulu buku yang dibutuhkan oleh anak.
Berdasarkan
tips panduan orang tua yang aku pelajari dari Shimajiro Club Indonesia, setidaknya
ada 3 jenis klasifikasi buku untuk anak, yaitu: 1.Buku Aktivitas, 2.Buku Cerita
Bergambar, 3.Buku Dongeng
1.Buku
Aktivitas
Buku
aktivitas biasanya merupakan buku yang dibuat agar anak-anak dapat memainkan
buku tersebut. Untuk anak usia 0-3 tahun biasanya buku aktivitas ini bentuknya
seperti buku bantal, buku yang bisa ditarik, buku sensorik, buku yang ada
gambar digerakkan, bahkan adapula yang didesain khusus bisa menyuarakan bunyi serta lagu, dan masih banyak lagi variatifnya. Untuk anak usia 3-5 tahun (atau bahkan untuk usia 6-7
tahun), buku yang direkomendasikan
baiknya buku yang bisa dipakai untuk latihan menulis, latihan membaca, latihan
menggambar, berhitung, mencocokkan gambar, dan sejenisnya. Berikut aku lampirkan salah satu contohnya.
![]() |
Gambar by google. Buku aktivitas untuk PAUD atau toddler |
![]() |
Gambar by google. Buku aktivitas "Lingkungan Sekitarku" |
![]() |
Gambar by google |
![]() |
Gambar by google. Buku sensorik untuk anak usia 0-3 (Balita) |
2.Buku
Cerita Bergambar
Buku cerita
bergambar ini lebih memfokuskan pada
gambar. Gambar pada buku dapat menjelaskan secara tersurat apa yang hendak disampaikan
dan memudahkan anak untuk memahami materi yang disampaikan. Oleh karenanya buku
cerita bergambar ini banyak dipakai sebagai mediator pengetahuan anak,
contohnya sebagai ensiklopedia, buku pengetahuan alam (science), buku cerita
pembentukan karakter, buku pengenalan hal-hal baru, dan lainnya. Berikut aku lampirkan salah satu contoh bukunya.
![]() |
Gambar by google. Buku ensiklopedia untuk anak |
![]() |
Gambar by google. Buku "Kenapa ya?" |
3.Buku Dongeng
Buku dongeng
ini mirip dengan buku cerita bergambar, namun sebaiknya untuk buku dongeng
pilihlah buku yang terpusat pada tulisan ceritanya. Fungsinya agar anak dapat
berimajinasi dengan cerita tersebut. Misal Ketika orang tua membacakan buku
dongeng, orang tua dan anak dapat menjadikan boneka atau mainan anak
(mobil-mobilan, robot, atau bahkan jari kita sendiri) sebagai tokoh dalam buku
tersebut. Simpel bukan? Buku dongeng sebaiknya dibacakan menjelang tidur.
Dijamin, semakin sering orang tua membacakan dongeng untuk anak, ikatan
(bonding) antara keduanya akan semakin kuat. Biasanya dalam buku dongeng pun sering diajarkan banyak pesan moral sehingga kita dapat membentuk karakter anak sejak dini. Berikut akan aku berikan salah satu buku rekomendasi untuk para orang tua.
![]() |
Gambar by google. Buku dongeng anak hebat seri, "Kisah Pembentuk Karakter" |
![]() |
Gambar by google. Buku dongeng kisah anak hebat |
Sebenarnya masih banyak lagi buku-buku yang menarik lainnya. Nah, sedikit tips dariku, ajaklah si kecil dalam peran serta memilih buku yang ia sukai. Tumbuhkan minat ketertarikannya terlebih dahulu, jangan dipaksakan jika dalam prosesnya ia belum tertarik.
Sama halnya jika ketika kita mengajarkan si kecil, usahakan jangan ada keterpaksaan namun kita pancing terlebih dahulu rasa ingin tahunya. Seperti dengan kalimat, "Kenapa planet Venus paling terang di antara planet lainnya ya?" "Kenapa bisa ada ulat dalam apel ya?" "Kenapa kita harus rajin cuci tangan sebelum makan ya?". Jangan lupa pula, ketika anak sudah mulai tertarik dan tumbuh rasa minatnya akan keingintahuan, barulah kita selipkan informasi dan menuntunnya ke arah belajar sambil bermain 😇😉
Ingat, belajar bukan masalah kuantitas (apakah harus satu jam, dua jam, atau lebih) melainkan kualitasnya, bahkan ketika 1 menit si kecil sedang fokus menerima informasi baru ia akan mengingatnya dalam waktu yang panjang (atau bahkan selamanya akan melekat). Masa-masa usia dini adalah masa keemasan dimana paling penting bagi anak untuk kita ajarkan hal-hal baru karena mereka akan mengingatnya dalam waktu yang lama seumur hidupnya. Maka usahakanlah hanya memori dan kenangan indah saja yang mereka kenang kelak.
Sekian tulisanku hari ini. Semoga buat kalian yang membacanya, yang sedang bingung mau beli buku apa bisa menjadikan tulisan ini sebagai salah satu petunjuk. Terimakasih sudah membaca 😇
Sama halnya jika ketika kita mengajarkan si kecil, usahakan jangan ada keterpaksaan namun kita pancing terlebih dahulu rasa ingin tahunya. Seperti dengan kalimat, "Kenapa planet Venus paling terang di antara planet lainnya ya?" "Kenapa bisa ada ulat dalam apel ya?" "Kenapa kita harus rajin cuci tangan sebelum makan ya?". Jangan lupa pula, ketika anak sudah mulai tertarik dan tumbuh rasa minatnya akan keingintahuan, barulah kita selipkan informasi dan menuntunnya ke arah belajar sambil bermain 😇😉
Ingat, belajar bukan masalah kuantitas (apakah harus satu jam, dua jam, atau lebih) melainkan kualitasnya, bahkan ketika 1 menit si kecil sedang fokus menerima informasi baru ia akan mengingatnya dalam waktu yang panjang (atau bahkan selamanya akan melekat). Masa-masa usia dini adalah masa keemasan dimana paling penting bagi anak untuk kita ajarkan hal-hal baru karena mereka akan mengingatnya dalam waktu yang lama seumur hidupnya. Maka usahakanlah hanya memori dan kenangan indah saja yang mereka kenang kelak.
Sekian tulisanku hari ini. Semoga buat kalian yang membacanya, yang sedang bingung mau beli buku apa bisa menjadikan tulisan ini sebagai salah satu petunjuk. Terimakasih sudah membaca 😇
Terima kasih, sangat membantu 🙏🏻 .
BalasHapusAlhamdulillah.. sama2 mba.. :)
Hapus